Pencarian Damri, Seru Banget!

Lanjut dari curhatan sebelumnya. Hari ini sangat mengesankan. Hampir tidak ada waktu luang. Setelah selesai briefing dengan tim presentasi, saya langsung mengajak bang Chandra untuk mencari Damri yang akan kami pakai untuk berangkat ke Krueng Jreu besok. Ya… persiapan out bound gitu deh. Mulanya kami mampir di Simpang Galon Darussalam, tanya sama manager damri di situ. Nego harga Damri untuk kami sewa seharian. Tapi harga yang mereka tawarkan sangat tidak memuaskan kami. Sangat berat bagi kami untuk menerima harga segitu. Sehingga kami memutuskan untuk mencari alternatif damri lainnya.

Lalu kami meninggalkan simpang galon, darussalam, dan menuju ke seputaran mesjid raya untuk mencari damri yang harga sewanya bisa kami jangkau. Sampai di seputaran mesjid raya, kami bertemu kernet damri dan bertanya kepada beliau tentang harga sewa damri itu. eh.. si kernet belum bisa jawab malah nelpon bos nya. setelah nelpon bosnya, si kernet bilang bahwa harga damri segini. Oh.. lagi-lagi harga sewa segitu membuat kami putus asa. Cancel!

Nah, di terik matahari yang panas menjelang shalat jum’at, saya dan bang chandra menuju kembali ke darussalam, lebih tepatnya ke kampus. Rencananya sih hendak melakukan pencarian damri lebih lanjut setelah shalat jum’at. eh ternyata setelah tiba di kampus bang chandra ngajak nyari damri lagi. Lalu kami berangkat meninggalkan kampus fakultas ekonomi menuju mesjid jamik darussalam. Maksudnya sih bisa ketemu sama supir atau siapalah yang bersangkutan dengan damri. Biasanya sih damrinya nongkrong di mesjid jamik. Tapi tumben hari ini gak keliatan. Lalu kami memutar arah dan menuju gedung AAC Dayan Dawood. Tiba di gedung AAC kami melihat apa yang kami cari: Damri!

Wah… bagaikan menemukan oasis di tengah padang pasir. Lega rasanya! Tapi…

Damri itu tidak ada yang jaga. Supirnya gak ada. Tapi ada seorang pemua sekitaran umur 40an yang sedang duduk di dekat situ. Lalu kami bertanya kepadanya: bang, supir damri ini mana ya? Kemudian abang itu menjawab: “oh… gak tau dek, coba aja masuk ke dalam gedung, tanya sama orang yang di dalam, tanya ama satpamnya”.

Lalu kami masuk ke gedung yang sering kami sebut “Biro”, lalu bertanya pada satpam. Satpamnya udah tua-tua bro! Kasian udah tua gitu masih dipekerjakan. Kan Kasian yang muda jadi gak dapet lowongan. he he he

satpam itu nyuruh kami untuk menuju ruangan yang seharusnya kami masuk jika ingin menyewa bus. Yapz… kami menuju ruangan yang dimaksud dan bertemu dengan orang yang tepat! Alhamdulillah…

Kami kenalan dengan pak Jakfar dan melakukan negosiasi. Alhamdulillah, walau masih terasa berat, tapi harga yang ditawarkan sudah cukup membuat kami lega. Setidaknya bisa lebih murah dari damri lainnya. Lalu kami membuat kesepakatan dan DEAL! Beliau sepakat dan kami sepakat!

Nah, disaat seperti itulah seakan rasa lelah saya hilang semuanya. Tapi itu baru 10% dari persiapan yang harus saya persiapkan untuk out bound ini. Pengen banget rasanya bercerita lagi melalui blog ini. Tapi tanganku udah cape banget ngetik… gak sanggup lagi bro… cerita seru gue tentang persiapan menyelenggarakan out bound gue cerita lain kali aja deh… atau kalau gak terceritakan, saya simpen aja dalam hati.. he he he

Rapat Akbar di hari Jum'at

Hari ini merupakan hari yang amat menyenangkan, menyibukkan, dan tentu saja amat mengesankan. Karena blog ini memang saya tujukan untuk curhat, dan bukan untuk bisnis, maka kali ini saya bener-bener mau curhat abis abisan deh. Tapi tetep aja ada batasannya. :p

Sebagaimana pada postingan sebelumnya, saya sudah sedikit ‘membuka kartu’ tentang behind the scene of panitia out bound inkubator usahawan muda. Nah, hari ini (Jum’at, sehari sebelum hari H out bound) benar-benar menyita waktu. Menjadi ketua panitia out bound benar-benar membuat saya super sibuk. Walaupun emang dari dulunya udah sibuk *halah… sok sibuk banget oy!*, tapi kini rasanya beda. Perbedaan yang sangat mendasar adalah: rasa tanggung jawab yang sangat membebani. Saya tidak mau reputasi saya rusak hanya karena gagal me-manage acara out bound ini. (weleh… emang reputasi itu opo toh?)

Pagi tadi saya lumayan cepet datangnya. Rencananya sih pagi ini agenda awal sih nge-print brousur inkubator atas amanah kak Oja. Pagi-pagi buta kak Oja udah sms nyuruh nge print brousur. Setengah sembilan saya sudah nyampe di kampus. Hidung pertama yang saya lihat adalah batang hidung kak Kia dan kak Uni. Saya langsung masuk labor komputer dan menjalankan amanah kak Oja. Done!

Setelah nge print brosur, sesuai rencana, saya langsung menuju sudut fakultas ekonomi, Gedung Cina, untuk mengikuti rapat besar bersama teman-teman yang akan berangkat ke Malaysia tanggal 23 Februari mendatang. Sampe disana udah rame banget. Ada bang Sidiq, kak Oja, bang Ridha, bang Rian, kak Dewi, kak Agil, dan masih banyak lagi deh. Ndak bisa disebutin semua, bisa pegel ni tangan ngetiknya.

Menurut jadwal, semestinya saya dan teman-teman sudah memulai rapat akbar itu. Namun karena orang yang paling kami tunggu belum hadir, jadi kami duduk-duduk santai dulu sambil cerita-cerita yang segar-segar di pagi hari. Lumayan lama juga sih kami cuap-cuap sambil nunggu. Sampai akhirnya bang Shidiq berinisiatif untuk mengumpulkan teman-teman di ruangan dan membicarakan apa yang perlu dibicarakan. Alasannya sih, memanfaatkan waktu menunggu, alangkah baiknya kita membahas tentang pengeluaran yang kita butuhkan di malaysia nanti.

Ya… itulah gunanya pemimpin. Ketika pemimpin kelompok menyuruh timnya untuk masuk ruangan, maka semua masuk ruangan. Tak terkecuali saya. Kami masuk ke ruangan itu dan menikmati udara AC (Air Conditioner) yang segar itu. hmm… segarnya.

Dalam ruangan, sambil menunggu pak Iskandarsyah Madjid, kami membahas estimasi pengeluaran yang kami butuhkan selama beberapa hari di malaysia. Kesimpulannya, setidaknya kami musti menyiapkan setidaknya enam ratus ribu. Terdiri dari biaya penginapan dan transportasi.

Setelah selesai membahas tentang estimasi pengeluaran, bang Shiddiq membuka semacam sesi bebas yang menanyakan tentang kinerja tim persiapan keberangkatan. Seperti Tarian, Presentasi, dan Expo di Malaysia nantinya. Walau tidak dibahas secara detail, tapi lumayan cukup menambah kematangan kami dalam mempersiapkan keberangkatan.

Alangkah baiknya bang Shidiq, menjelang penutupan rapat akbar itu, sambil menunggu pak Iskandarsyah Madjid, bang Shidiq mempersilakan saya selaku ketua Out Bound untuk menyampaikan apa yang barangkali perlu saya sampaikan. Wah… ini kesempatan bagus bagi saya untuk mempromosikan out bound dong di depan teman-teman, terutama yang belum terdaftar sebagai peserta.

Tanpa pikir panjang, saya langsung maju di depan forum dan menyampaikan pengumuman dan membuka diskusi seputar out bound. Jika saya perhatikan, banyak teman-teman yang antusias menyambut acara out bound ini. Banyak diantara teman-teman yang bertanya tentang teknis pelaksanaan out bound. Saya menjawab sebisa saya dan sebatas yang perlu saya jawab. Ada pula pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Misalnya contoh game yang ada di dalam out bound. Tapi mereka no pe saja dengan itu. Yang penting mereka sudah cukup senang bisa ikutan out bound.

Sampai saya selesai memanfaatkan moment itu, orang yang kami tunggupun masih belum sempat hadir. Lalu bang Shidiq kembali mengambil alih forum dari saya dan mengumumkan, bahwa pak Iskandarsyah Madjid berhalangan hadir bersama kita karena ada agenda lain yang harus diprioritaskan. Nah, karena mendengar berita seperti itu, maka rapatpun ditutup dan direncanakan untuk diadakan pada lain waktu.

Pada mulanya, saya hendak segera keluar ruangan supaya bisa mempersiapak segala keperluan out bound, seperti penyewaan bus, pengadaan alat dan bahan games, dsb. Tapi saya keburu dipanggil oleh bang Shidiq untuk mengikuti briefing antar sesama tim Presentasi yang akan menampilkan presentasi di malaysia nanti. Ho ho ho. Ini kabar buruk bagi out bound, tapi kabar baik untuk saya demi di malaysia nanti.

Tanpa merasa terpaksa, dan tanpa merasa gelisah, saya lebih memilih untuk memprioritaskan yang briefing ini.

Briefing antar sesama tim Presentasi sangat membuat saya lebih merasa siap untuk berangkat ke Malaysia. saya jadi lebih tahu lebih detail tentang agenda kegiatan saya dan teman-teman nantinya di malaysia. Briefingnya pun sangat tenang, simple, dan pasti. Walaupun agak terganggu dengan suara tukang yang sedang memperbaiki gedung, tapi briefing kami berjalan dengan lancar dan mendapat suatu kesimpulan yang saya kira sangat berguna bagi persiapan keberangkatan kami.

Wah… saya udah cape ngetik curhat nih… padahal baru setengah nih…lanjut di halaman berikutnya aja deh..

Behind the Scene: Out Bound "Team Building Program"

Salah satu organisasi yang masih tergolong muda namun prestasinya meningkat di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala adalah Inkubator Usahawan Muda FE UNYSIAH. Organisasi ini sangat terkenal dengan sangat seringnya mengadakan event yang membuat suasana kampus menjadi ramai dan lebih hidup (*ah… yang bener?*).

Nah, dalam waktu dekat ini, disamping kegiatan-kegiatan besar seperti Expo Pra Semester dan Student Exchange ke Malaysia, Inkubator Usahawan Muda juga mengadakan acara yang sangat luar biasa: Out Bound. Out Bound ini diselenggarakan di dalam terbuka, tepatnya di kawasana Krueng Jreu pada tanggal yang sangat krusial bagi remaja: 14 Februari 2009. Yapz… remaja mana sih yang tidak tahu tanggal 14 Februari?

Pada awalnya, pemilihan tanggal 14 Februari sebagai tanggal acara out bound bukanlah pilihan utama. Namun karena ada beberapa hal yang sangat mempengaruhi acara out bound ini selain tanggal itu, maka dipilihlah tanggal 14 Februari sebagai hari pelaksanaan Out Bound ini.

Dengan berjumlah total 5 orang, kami panitia menyusun berbagai keperluan kepanitian demi terlaksananya acara Out Bound ini. Mulai dari sumber dana, pengeluaran dana, dan sebagainya. Rencananya sih acara ini akan ada perusahaan yang mensponsori. Jadi, kita tidak perlu membebani berbagai pengeluaran untuk acara ini kepada peserta. Cukup dengan dana yang diberikan sponsor, maka acara ini akan terselenggaran.

Namun apalah daya, proposal yang kami buat tidak ter-submit secara lancara kepada para calon sponsor atau donator. Banyak kendala yang kami hadapi. Salah satunya adalah waktu yang sangat mendesak. Sebenarnya saya tidak suka mengeluh, termasuk mengenai waktu yang mendesak ini. Namun saya juga tidak ingin ngotot menyubmit proposal ini kepada para calon sponsor yang seakan memaksa mereka untuk segera mencairkan dana sponsor. Maka akhirnya, setelah memikir-mikir, pihak panitia memutuskan untuk membatalkan pengedaran proposal.

Kalau tidak ada dana yang bersumber dari sponsor, apa itu artinya pengeluaran untuk acara ini ditanggung oleh panitia? Ya ndak dong, bisa tekor deh panitianya. Pengeluaran acara ini kita alihkan kepada peserta yang hendak mengikuti out bound ini. Jadi, teman-teman yang ingin berpartisipasi dalam acara yang spektakuler ini harus berinvestasi demi terselenggaranya acara ini.

Pengeluaran-pengeluaran yang panitia butuhkan sangat beragam dan dinamis. Kami sering kali merevisi kebutuhan-kebutuhan dan memangkas berbagai hal yang membuat dana membengkak. Kami panitia senantiasa berupaya untuk meminimalkan pembebanan biaya kepada peserta. Oleh karena itu, kami panitia lumayan kewalahan saat menentukan berapa harga yang tepat yang akan kita bebankan kepada peserta.

Pada mulanya keputusan kami sudah bulat, yaitu dana yang dibutuhkan seorang peserta jika dia ingin berpartisipasi dalam out bound ini sekitar Rp. 70.000,-. Namun belum lagi kami mengumumkan acara ini, gosip sudah beredar dan sangat banyak calon peserta yang menolak harga begitu. Kemahalan katanya.

Terkait dengan banyaknya komentar bahwa harga segitu terlalu mahal, lagi-lagi kami menyusun ulang rencana pengeluaran peserta untuk out bound ini. Akhirnya menemukan titik minimal pada angka Rp. 50.000,-. Saya pikir angka segini bisa menambah jumlah calon peserta dan mereka bisa ikut pada out bound ini. Namun apa yang terjadi? Para calon peserta masih saja keberatan dengan harga Rp. 50.000,- hanya untuk mengikuti out bound 1 hari. Sebenarnya saya sudah putuskan secara yakin bahwa harga segitu sudah sangat minimal jika dihitung dengan berbagai pengeluaran. Namun berbagai usulan muncul bertubi-tubi. Mulai dari positif sampai yang negatif.

Jika harga saya ubah lagi, itu sama saja saya menjadi pecundang. Karena memang pengumuman sudah terlanjur terpublikasi bahwa investasi peserta untuk bisa ikut out bound adalah Rp. 50.000,-. Waktu itu saya sudah tidak peduli lagi dengan berbagai usulan. Saya punya beberapa alasan yang membuat saya susah untuk menurunkan harga investasi out bound ini. Soalnya udah hitung beberapa kali bro! udah sangat sulit jika kita kurangi lagi.

Tapi untunglah Allah SWT masih sayang sama hamba yang keji satu ini. Allah masih memberikan kemudahan kepada saya untuk beraktivitas.

Tadi sore (11 Feb) ada pertemuan dengan tim trainer Out Bound ini, mereka menjelaskan beberapa hal yang membuat saya dan beberapa panitia yang hadir semangat dan lebih mengerti tentang out bound ini. Dari pertemuan itu, saya mendapatkan inspirasi bagaimana caranya bisa meminimalisir pengeluaran. Walaupun pada hakikatnya pertemuan itu membahas tentang alat-alat yang dibutuhkan dalam outbound yang semestinya menambah pengeluaran, namun berkat bantuan tim trainer dan teman2 panitia lain, kita bisa meminimalisir angka Rp. 50.000,- menjadi Rp. 35.000,-.

Bagi saya pribadi, ini merupakan titik terang yang saya harap dapat meningkatkan jumlah peminat peserta out bound. Tentu saja ada kesenangan tersendiri bagi saya jika peserta out bound ini ramai dan diminati. Ya.. malam ini, saya mengetik ini, dalam keadaan senang dan berharap…..

Semoga besok bisa banyak teman-teman yang tertarik untuk menjadi peserta out bound, saya sudah mempersiapkan strategi untuk menarik minat teman-teman. Semoga saja… plis….

Amin…

Syahuri dot Info and Friend's Project V.1

Seperti yang telah saya janjikan pada postingan sebelumnya, bahwa di blog ini saya akan mengadakan project sederhana “Syahuri dot Info and Friend’s Project“. Project ini diikuti oleh mahasiswa yang sekaligus sebagai calon enterpreneur masa depan.

Pada volume pertama ini, saya hanya mampu menghadirkan 5 orang narasumber yang semuanya merupakan anggota (dan ada juga staff pengurus) organisasi baru yang sangat pesat perkembangannya di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, bahkan sampai level Universitas: INKUBATOR USAHAWAN MUDA FE UNSYIAH.

Mereka akan membagikan opini mereka tentang dunia entrepeneur kepada kita semua, tentunya melalui blog kesayangan kita ini dong. he he he *narsis mode: ON*.

Oke, tanpa banyak basa-basi. Untuk Syahuri dot Info and Friend’s Project Volume 1 ini, pertanyaannya adalah:

Apa pendapat Anda tentang Wirausaha?
Bisnis apa yang paling cocok dengan kondisi zaman seperti sekarang ini?
Alasannya?

Dan ini dia opini dari 5 narasumber pertama kita:
Read more

Syahuri dot Info and Friend's Project

Memiliki dan mengelola blog merupakan suatu hal yang amat menyenangkan. Setidaknya untuk saya pribadi. Bahkan sekarang udah makin modern saja. Sudah banyak blogger (orang yang berkecimpung di dunia blog) memanfaatkan blognya sebagai sarana bisnis. Entah itu untuk promosi produk sendiri atau untuk menyediakan space di blognya untuk ditumpangi iklan milik orang lain.
Namun terlepas dari tujuan nge blog itu sendiri, saya masih lebih prefer kepada manfaat blog sebagai sarana berbagi. Berbagi akan kebahagiaan, pengalaman, ilmu, dan segala hal yang baik-baik.
Read more

My Phone become to be Laptop Now

My Phone become to be Laptop Now

Pada zaman yang seperti ini, kebutuhan akan komunikasi lancar dan berkualitas memang makin dibutuhkan. Salah satu sarana komunikasi yang sangat bisa kita andalkan adalah ponsel. Dalam ilmu ekonomi, khususnya Manajemen Pemasaran (*barusan ambil mata kuliah ini semester lalu*), Core Benefit dari handphone adalah telepon dan sms. Naik level berikutnya, handphone bisa memiliki nilai lebih yang melebihi sekedar nelpon dan sms. misalnya dari segi kedalaman warna, ukuran layar, berat lebar dan ringan hp. Bahkan hingga tingkat level yang tinggi seperti fitur komunikasi transfer data yang lebih canggih, seperti GPRS, HSDPA, Blackbarry, dan segala macam istilah teknologi yang perkembangannya sangat pesat.
Read more

Bosan Jadi Pegawai

employeeAnda tentu tahu dong salah satu program televisi baru yang diusung oleh salah satu stasiun televisi swasta indonesia. Yapz… Bosan Jadi Pegawai merupakan salah satu program terbaru TransTV.
Read more

Tanggal Merah Rupanya

Hari ini sepertinya hari yang bisa disebut ‘memalukan’ bagi saya. he he he.

Sejak malam, saya sudah punya target, besok di kampus mau ngapain aja, saya sudah tentukan targetnya.
Pagi hari pun saya sudah dalam keadaan fit dan hendak ke kampus. Nah, saat mau berangkat ke kampus nih, tepatnya saat minta izin berangkat ama kakak, saya jadi agak merasa beda. Kok tumben ya kakak tanya kemana. Semestinya dia sudah tahu dong kalo saya mau pergi ke kampus. Tapi tidak hari ini, beliau menanyakan: “mau kemana?”.
Read more

Persiapan Ujian, Keude Inkubator Sepi

Yapz, hari ini temen2 pada sibuk menghadapi ujian. Jadi, Keude Inkubator jadi agak sepi.

Beli domain syahuri.info

Hari ini beli domain syahuri dot info di GoDaddy seharga $1.19.