Katakan Kepada Temanmu
Pada tanggal 16 Februari 2009 yang lalu saya sempat mengikuti sebuah diskusi internasional yang bertopik Career Develompment. Kalo kita terjemahkan ke bahasa gaul: Pengembangan Karir. Seminar internasional itu cuma terdiri dari sekitar 45 orang peserta dan 10 orang panitia. Alhamdulillah, saya dipercaya sebagai salah satu panitia acara tersebut dan juga berkesempatan menjadi peserta.
Dari sisi kepanitiaan, acara ini dipimpin oleh kak Verayanti. Beliau benar-benar terlihat profesional mengelola acara ini dari awal hingga akhir. Saya mendapat amanah dari beliau untuk membuatkan desain sertifikat untuk pemateri, para peserta, dan panitia. Dari sekitar 7 desain yang saya tawarkan, beliau memilih yang warna biru.
.
Nah, kali ini nih, saya ingin sedikit bercerita tentang diskusi internasional itu. Pematerinya cuma 1 orang: Chris Grose. Isi materi yang disampaikan sangat lugas dan simple.
Beliau menggunakan bahasa Inggris untuk mempresentasikan materinya. Walaupun saya tidak bisa bahasa inggris aktif, setidaknya saya bisa menangkap apa yang disampaikan oleh beliau. Ditambah lagi ada slide show yang ditampilkan pada infocus yang membuat saya lebih mudah memahami apa yang sedang ia katakan. ![]()
Pada awal-awal, beliau bertanya pendapat peserta tentang sebuah karir yang bebas dari uang: Volunteer atau Sukarelawan. Dari beberapa peserta yang mengungkapkan opininya tentang volunteer, semuanya bernada positif. Yaitu kita bisa membangun jaringan, dan tentunya ada kesenangan tertentu bila kita menjadi volunteer.
Setelah mendengar penjelasan dari para peserta tentang volunteer, beliau mencoba membandingkannya dengan karir yang terikat dengan pemerintahan. Ada peserta yang mengungkapkan bahwa bekerja pada pemerintah sangatlah membosankan dan sangat mengekang kreatifitas. Bekerja pada sektor pemerintahan artinya mengurung kreatifitas kita.
Kemudian, Chris Grose menceritakan kisah hidup karirnya. Beliau sudah cukup banyak berpengalaman menjadi volunteer ataupun bekerja pada pemerintah. Beliau banyak bercerita tentang dirinya yang sudah merantau ke banyak negri, salah satunya Nepal. Tak terasa sayapun ikut larut mendengar cerita beliau, walau tidak sepenuhnya mengerti apa yang ia ucapkan,
.
Kalau boleh mengambil kesimpulan, si Chris mengungkapkan rahasia suksesnya. Sukses kita berawal dari luasnya networking kita. Salah satu tips yang ia berikan agar networking kita semakin luas adalah dengan mengatakan apa yang ingin kita lakukan kepada teman kita. Bahkan Chris sempat bertanya kepada audiens, siapa yang tahu kegiatan apa yang akan teman anda lakukan? tidak ada yang bisa menjawab.
Padahal, menurut Chris, menceritakan apa yang ingin kita lakukan kepada teman kita merupakan sesuatu yang bisa sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Misalkan saja kita menceritakan kepada teman kita bahwa kita memiliki skil membuat dan mendesain website, kemudian kebetulan teman tersebut sedang membutuhkan tenaga yang seperti itu, maka disaat itulah bisnis dimulai.
.
Ya.. Chris banyak mengulang, demi menekankan: betapa pentingnya networking. Semakin luas networking kita, maka semakin besar peluang kesuksesan karir bisa kita raih.
Ketika menyimak diskusi dengan Chris itu, saya jadi teringat salah satu materi pada Out Bound 14 Februari 2009 lalu. Yaitu ketika akhir dari sesi game out bound: ACTION PLAN.
Pada kegiatan action plan, para peserta diharuskan mengisi form yang berisi target atau cita-cita kita 10 tahun yang akan datang. Kemudian form itu kita bacakan kepada teman-teman kita. Sungguh suatu yang amat luar biasa dan memotivasi kita untuk menerapkan action plan itu. Tepat seperti yang disampaikan oleh Chris Grose: Katakan kepada temanmu apa yang ingin kamu lakukan, tapi yang berhubungan dengan bisnis dan cita-cita loh. Kalo masalah cinta mah itu lain lagi atuh…
kasihan… gak ada yang kasih koment