Behind the Scene: Out Bound "Team Building Program"

Salah satu organisasi yang masih tergolong muda namun prestasinya meningkat di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala adalah Inkubator Usahawan Muda FE UNYSIAH. Organisasi ini sangat terkenal dengan sangat seringnya mengadakan event yang membuat suasana kampus menjadi ramai dan lebih hidup (*ah… yang bener?*).

Nah, dalam waktu dekat ini, disamping kegiatan-kegiatan besar seperti Expo Pra Semester dan Student Exchange ke Malaysia, Inkubator Usahawan Muda juga mengadakan acara yang sangat luar biasa: Out Bound. Out Bound ini diselenggarakan di dalam terbuka, tepatnya di kawasana Krueng Jreu pada tanggal yang sangat krusial bagi remaja: 14 Februari 2009. Yapz… remaja mana sih yang tidak tahu tanggal 14 Februari?

Pada awalnya, pemilihan tanggal 14 Februari sebagai tanggal acara out bound bukanlah pilihan utama. Namun karena ada beberapa hal yang sangat mempengaruhi acara out bound ini selain tanggal itu, maka dipilihlah tanggal 14 Februari sebagai hari pelaksanaan Out Bound ini.

Dengan berjumlah total 5 orang, kami panitia menyusun berbagai keperluan kepanitian demi terlaksananya acara Out Bound ini. Mulai dari sumber dana, pengeluaran dana, dan sebagainya. Rencananya sih acara ini akan ada perusahaan yang mensponsori. Jadi, kita tidak perlu membebani berbagai pengeluaran untuk acara ini kepada peserta. Cukup dengan dana yang diberikan sponsor, maka acara ini akan terselenggaran.

Namun apalah daya, proposal yang kami buat tidak ter-submit secara lancara kepada para calon sponsor atau donator. Banyak kendala yang kami hadapi. Salah satunya adalah waktu yang sangat mendesak. Sebenarnya saya tidak suka mengeluh, termasuk mengenai waktu yang mendesak ini. Namun saya juga tidak ingin ngotot menyubmit proposal ini kepada para calon sponsor yang seakan memaksa mereka untuk segera mencairkan dana sponsor. Maka akhirnya, setelah memikir-mikir, pihak panitia memutuskan untuk membatalkan pengedaran proposal.

Kalau tidak ada dana yang bersumber dari sponsor, apa itu artinya pengeluaran untuk acara ini ditanggung oleh panitia? Ya ndak dong, bisa tekor deh panitianya. Pengeluaran acara ini kita alihkan kepada peserta yang hendak mengikuti out bound ini. Jadi, teman-teman yang ingin berpartisipasi dalam acara yang spektakuler ini harus berinvestasi demi terselenggaranya acara ini.

Pengeluaran-pengeluaran yang panitia butuhkan sangat beragam dan dinamis. Kami sering kali merevisi kebutuhan-kebutuhan dan memangkas berbagai hal yang membuat dana membengkak. Kami panitia senantiasa berupaya untuk meminimalkan pembebanan biaya kepada peserta. Oleh karena itu, kami panitia lumayan kewalahan saat menentukan berapa harga yang tepat yang akan kita bebankan kepada peserta.

Pada mulanya keputusan kami sudah bulat, yaitu dana yang dibutuhkan seorang peserta jika dia ingin berpartisipasi dalam out bound ini sekitar Rp. 70.000,-. Namun belum lagi kami mengumumkan acara ini, gosip sudah beredar dan sangat banyak calon peserta yang menolak harga begitu. Kemahalan katanya.

Terkait dengan banyaknya komentar bahwa harga segitu terlalu mahal, lagi-lagi kami menyusun ulang rencana pengeluaran peserta untuk out bound ini. Akhirnya menemukan titik minimal pada angka Rp. 50.000,-. Saya pikir angka segini bisa menambah jumlah calon peserta dan mereka bisa ikut pada out bound ini. Namun apa yang terjadi? Para calon peserta masih saja keberatan dengan harga Rp. 50.000,- hanya untuk mengikuti out bound 1 hari. Sebenarnya saya sudah putuskan secara yakin bahwa harga segitu sudah sangat minimal jika dihitung dengan berbagai pengeluaran. Namun berbagai usulan muncul bertubi-tubi. Mulai dari positif sampai yang negatif.

Jika harga saya ubah lagi, itu sama saja saya menjadi pecundang. Karena memang pengumuman sudah terlanjur terpublikasi bahwa investasi peserta untuk bisa ikut out bound adalah Rp. 50.000,-. Waktu itu saya sudah tidak peduli lagi dengan berbagai usulan. Saya punya beberapa alasan yang membuat saya susah untuk menurunkan harga investasi out bound ini. Soalnya udah hitung beberapa kali bro! udah sangat sulit jika kita kurangi lagi.

Tapi untunglah Allah SWT masih sayang sama hamba yang keji satu ini. Allah masih memberikan kemudahan kepada saya untuk beraktivitas.

Tadi sore (11 Feb) ada pertemuan dengan tim trainer Out Bound ini, mereka menjelaskan beberapa hal yang membuat saya dan beberapa panitia yang hadir semangat dan lebih mengerti tentang out bound ini. Dari pertemuan itu, saya mendapatkan inspirasi bagaimana caranya bisa meminimalisir pengeluaran. Walaupun pada hakikatnya pertemuan itu membahas tentang alat-alat yang dibutuhkan dalam outbound yang semestinya menambah pengeluaran, namun berkat bantuan tim trainer dan teman2 panitia lain, kita bisa meminimalisir angka Rp. 50.000,- menjadi Rp. 35.000,-.

Bagi saya pribadi, ini merupakan titik terang yang saya harap dapat meningkatkan jumlah peminat peserta out bound. Tentu saja ada kesenangan tersendiri bagi saya jika peserta out bound ini ramai dan diminati. Ya.. malam ini, saya mengetik ini, dalam keadaan senang dan berharap…..

Semoga besok bisa banyak teman-teman yang tertarik untuk menjadi peserta out bound, saya sudah mempersiapkan strategi untuk menarik minat teman-teman. Semoga saja… plis….

Amin…

  1. No comments yet.

  1. No trackbacks yet.